• ABOUT UGM
  • ACADEMIC PORTAL
  • IT CENTER
  • LIBRARY
  • RESEARCH
  • WEBMAIL
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
  • PROFIL
    • VISI MISI
    • SEJARAH
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • TENAGA PENDIDIK
    • TENAGA KEPENDIDIKAN
    • DAFTAR RUANG
    • DAFTAR LABORATORIUM
    • MENARA ILMU
    • K3L
  • PROGRAM STUDI
    • DIV TPPIS
      • Visi Keilmuan Prodi TPPIS
      • PROFIL LULUSAN
      • PROFIL PROFESIONAL MANDIRI
      • CAPAIAN PEMBELAJARAN PROGRAM
      • SASARAN PROGRAM STUDI
      • AKREDITASI
      • KOMPETENSI LULUSAN
      • BUKU PANDUAN AKADEMIK
    • International Undergraduate Programme
    • DIV TRPBS
      • VISI, MISI, DAN TUJUAN
      • PROFIL LULUSAN
      • Kompetensi Lulusan
  • AKADEMIK
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM TPPIS
      • KURIKULUM TRPBS
    • RPKPS
      • RPKPS TPPIS
    • SKS dan KRS
    • KULIAH, PRAKTIKUM DAN BIMBINGAN
    • CUTI, IJIN KULIAH, DAN BEASISWA
  • KEMAHASISWAAN
  • Kuesioner
    • Tingkat Kepuasan Layanan Manajemen
  • MAGANG
    • Sudah Konfirmasi
    • Belum Konfirmasi
    • Tidak Menerima
  • Beranda
  • News
  • Alternatif Infrastruktur Depaving Menggunakan Lapis Permukaan Berbutir Dengan Perkuatan Geocell

Alternatif Infrastruktur Depaving Menggunakan Lapis Permukaan Berbutir Dengan Perkuatan Geocell

  • News
  • 28 Oktober 2025, 11.00
  • Oleh: admin
  • 0

Iman Haryanto

Heru Budi Utomo

Wiryanta

Dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, kota-kota modern ditantang untuk membangun infrastruktur yang tidak hanya andal tetapi juga berkelanjutan. Salah satu inovasi yang menonjol adalah konsep depaving—praktik menghilangkan permukaan keras seperti beton dan aspal untuk mengembalikan fungsi alami tanah. Konsep ini dielaborasi sebagai infrastruktur perkotaan modern yang ramah lingkungan dan proaktif dalam mengantisipasi perubahan iklim, dengan manfaat langsung seperti meningkatkan resapan air, menciptakan ruang hijau, dan mengurangi efek pulau panas perkotaan.

Namun, tantangan utama infrastruktur depaving tradisional, yang sering hanya berupa jalan tanah, adalah kapasitas dukung bebannya yang terbatas. Di sinilah inovasi rekayasa berperan crucial. Sebuah penelitian terbaru mengeksplorasi solusi dengan menggunakan lapisan agregat yang diperkuat geocell, serta merancang perkerasan permeabel yang terdiri dari aspal porus, material granular, dan tanah-semen. Hasilnya adalah sebuah struktur yang mampu menahan beban lalu lintas sekaligus memungkinkan air hujan meresap ke dalam tanah.

Inovasi ini merepresentasikan wujud nyata dari SDG 9, di mana industri konstruksi diarahkan pada terobosan yang memadukan kekuatan struktural dengan keberlanjutan lingkungan. Dengan menentukan ketebalan perkerasan optimal yang mengakomodasi beban dan kebutuhan infiltrasi, penelitian ini tidak hanya memecahkan masalah teknis tetapi juga membuka jalan bagi pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, hijau, dan selaras dengan alam untuk masa depan perkotaan.

Tags: Geocell Infrastruktur Depaving SDG 9

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

UGM NEWS

  • Antisipasi Banjir Susulan, Tim UGM Pasang Alat Deteksi Banjir di Bener Meriah
  • UGM dan Pemprov Maluku Utara Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM
  • Fakultas Psikologi UGM Diminta Berkontribusi dalam Penanganan Kesehatan Mental Generasi Muda 
  • Waspada Virus Varian Superflu, Pakar UGM Sebut Bisa Berakibat Fatal Bagi yang Rentan
  • Marak Konten Seksual Palsu, Dosen UGM Minta Masyarakat Tidak Ikut Menyebarkan 
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada

Jl. Yacaranda Sekip Unit IV, Bulaksumur, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia | email: tekniksipil-sv@ugm.ac.id | Telp. (0274) 545193, 7112126, 085100112126 | Fax. (0274) 545193

© Departemen Teknik Sipil SV Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY