YOGYAKARTA – Suasana penuh apresiasi menyelimuti kegiatan nonton bareng film horor sci-fi dengan sentuhan komedi bertajuk “Setan Alas”. Film ini merupakan karya fenomenal dari Yusron Fuadi, S.Sn., M.Sn., seorang dosen Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEDI) Sekolah Vokasi UGM yang berhasil membuktikan bahwa inovasi teknis dan seni dapat berpadu apik di tangan seorang akademisi.
Acara yang dihadiri oleh civitas akademika UGM ini dibuka langsung oleh Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., didampingi oleh Wikan Sakarinto, Ph.D., selaku co-produser. Kehadiran para tokoh pendidikan ini menegaskan bahwa kampus kini bukan sekedar menara gading teori saja, namun juga sebagai inkubator nyata lahirnya karya-karya profesional yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Film yang telah tuntas diproduksi sejak 2023 ini dijadwalkan tayang di berbagai bioskop XXI Indonesia mulai 5 Maret 2025 nanti. Prestasi “Setan Alas” di panggung internasional pun sangat membanggakan, salah satunya dengan diraihnya gelar Best Film, Best Story-Telling, hingga Best Editing pada ajang bergengsi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).
Keberhasilan karya ini membawa pesan penting mengenai kualitas pendidikan tinggi kita saat ini. Integrasi antara kurikulum akademik dengan praktik industri nyata telah melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, di mana proses belajar-mengajar bertransformasi menjadi hasil karya yang memiliki daya saing global. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor pendidikan mampu menjadi mesin penggerak bagi kemajuan industri inovasi dan infrastruktur kreatif di Indonesia.
Lebih dari sekadar tontonan, penayangan “Setan Alas” di bioskop-bioskop tanah air berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi kreatif. Dengan terciptanya peluang kerja bagi para sineas dan kru film lokal, karya ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi dalam teknik penceritaan dan penyuntingan yang diakui secara luas juga menunjukkan bahwa talenta lokal mampu mengadopsi teknologi mutakhir untuk menghasilkan produk seni dengan nilai ekonomi tinggi.
Melalui film “Setan Alas”, Sekolah Vokasi UGM berhasil menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kreatif dapat menghasilkan dampak nyata. Pencapaian ini membuktikan bahwa sinergi antara pengembangan talenta, inovasi teknologi, dan dukungan ekonomi industri film lokal merupakan kunci utama dalam membangun masa depan bangsa yang mandiri dan berdaya saing internasional.