Yogyakarta — Laboratorium Hidrolika Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan tamu dari House of Natural Fiber (HONF) Australia pada Rabu (1/7). Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menjadi ruang pertemuan untuk memperkenalkan berbagai kegiatan dan praktik yang dilakukan di lingkungan Departemen Teknik Sipil, khususnya yang berkaitan dengan isu air, lingkungan, dan perubahan iklim.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Artist In-Person Incubation yang mempertemukan seniman dan berbagai latar belakang untuk melihat, mempelajari, serta mengembangkan gagasan melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan komunitas. Dalam kunjungan ke laboratorium, perhatian diarahkan pada persoalan sumber daya air dan perubahan iklim yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
Rombongan Artist In-Person Incubation yang hadir terdiri atas Hana Raudhatul Aisy, Ragil Dwi Putra, Panda Wong (Australia), Jahan Xanlu (Australia), Lisa Speed (Australia), dan Paul Kiram. Kehadiran peserta dari Indonesia dan Australia tersebut menjadi kesempatan untuk membangun pertukaran pengalaman dan perspektif mengenai berbagai persoalan lingkungan, khususnya dalam melihat hubungan antara air, masyarakat, teknologi, dan perubahan lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, River and Ecology Club (REC) turut mengambil peran dengan mempersiapkan berbagai dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan. Mahasiswa REC menyiapkan film dokumentasi yang menggambarkan aktivitas mereka dalam berbagai kegiatan lingkungan, di antaranya Kongres Gerakan Restorasi Sungai Indonesia (KGRSI), kegiatan Memanen Hujan, pengukuran kondisi sungai, serta Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama komunitas.
Dokumentasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan pengalaman mahasiswa dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan sumber daya air dan lingkungan. Melalui dokumentasi kegiatan, tamu dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana mahasiswa tidak hanya mempelajari persoalan lingkungan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga terlibat secara langsung dalam kegiatan lapangan dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu fokus yang menjadi perhatian dalam kunjungan adalah persoalan air dan perubahan iklim. Perubahan iklim dapat memberikan tantangan terhadap ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air, sementara pengelolaan air yang berkelanjutan membutuhkan pemahaman terhadap kondisi lingkungan serta keterlibatan berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, laboratorium dan kegiatan mahasiswa dapat menjadi ruang untuk menghubungkan pengetahuan, pengamatan lapangan, inovasi, dan kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan sumber daya air.
Kegiatan ini juga memperlihatkan peran mahasiswa sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Keterlibatan mahasiswa REC dalam mempersiapkan materi dokumentasi dan mendampingi kunjungan memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menyampaikan praktik dan kegiatan yang telah mereka lakukan kepada pihak dari latar belakang dan negara yang berbeda. Interaksi tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan mengenai berbagai pendekatan dalam merespons tantangan lingkungan.
Selain dokumentasi kegiatan, tersedia air hujan yang telah dipersiapkan dan layak untuk dikonsumsi. Air tersebut juga dapat diperkenalkan sebagai bagian dari jamuan bagi para tamu. Hal ini sekaligus menjadi contoh sederhana mengenai pemanfaatan air hujan dan upaya memperkenalkan praktik pengelolaan sumber daya air kepada masyarakat secara lebih luas. Pemanfaatan air hujan dapat menjadi salah satu bagian dari edukasi mengenai pentingnya mencari alternatif pengelolaan air yang adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Kunjungan HONF Australia menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai kegiatan DTS SV UGM dan REC dalam merespons persoalan lingkungan, sekaligus memperkuat ruang dialog mengenai air dan perubahan iklim. Melalui pertemuan, dokumentasi, dan pertukaran pengalaman tersebut, diharapkan terbangun pemahaman bersama bahwa keberlanjutan sumber daya air membutuhkan pengetahuan, kepedulian, inovasi, dan kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah bersama DTS SV UGM untuk terus mendorong generasi muda agar aktif menjaga lingkungan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan kehidupan dan masa depan.