Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh geometri sambungan dan konfigurasi susunan blok terhadap karakteristik deformasi serta mekanisme keruntuhan DPT blok modular akibat beban statis. Tujuannya adalah mengevaluasi variasi geometri sambungan dan susunan blok melalui perpindahan lateral, distribusi deformasi, dan perkembangan mekanisme keruntuhan, kemudian merumuskan rekomendasi desain sambungan optimal untuk meningkatkan stabilitas lereng dan kinerja struktural. Sebagai dugaan awal, geometri sambungan berpengaruh signifikan terhadap perilaku deformasi dan keruntuhan, dan konfigurasi susunan yang dirancang optimal dapat meningkatkan ketahanan terhadap tekanan tanah lateral. Dugaan ini masih perlu dibuktikan melalui pengujian.
Penelitian dilakukan secara eksperimental skala laboratorium di Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, dengan model yang diperbesar dibandingkan penelitian sebelumnya dan material tanah pasir. Tahap awal menentukan faktor skala blok dan dimensi kotak uji melalui simulasi numerik. Sisi samping blok dilumasi agar perilaku sistem hanya dipengaruhi sambungan dan susunannya.
Pembebanan statis diberikan bertahap. Perpindahan dan beban lateral dibaca dengan dial gauge, sementara DIC membandingkan citra kondisi referensi dan kondisi terdeformasi untuk memperoleh perpindahan dan regangan secara non-kontak beresolusi tinggi. Metode ini memungkinkan identifikasi distribusi regangan dan evolusi pola keruntuhan. Hasil pengamatan juga diolah dengan fotogrametri untuk menentukan perilaku pergerakan pada setiap konfigurasi. Data eksperimen kemudian dipakai memvalidasi simulasi numerik untuk memodelkan variasi susunan yang lebih luas.
Variasi geometri sambungan dan konfigurasi susunan blok diuji secara sistematis untuk mengidentifikasi konfigurasi dengan kinerja paling optimal. Hasilnya dianalisis untuk memahami hubungan antara geometri sambungan, konfigurasi susunan, dan respons deformasi, sehingga efektivitas sistem interlocking dalam meningkatkan stabilitas struktur dapat dievaluasi. Penelitian ini merupakan bagian dari peta jalan pengembangan sistem modular blok interlocking. Pada tahap berikutnya, pengembangan diarahkan pada efektivitas sistem untuk berbagai jenis tanah, ketahanan terhadap beban siklik, dan optimasi material penyusun blok.
Penelitian ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan sistem dinding penahan tanah yang inovatif. Penelitian ini juga relevan dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, karena berfokus pada mitigasi kegagalan lereng yang menjadi ancaman bagi ketahanan suatu wilayah. Melalui penelitian ini, Adhitya Yoga Purnama bersama tim berupaya memperkuat dasar ilmiah desain dinding penahan tanah blok modular yang lebih andal. Kajian tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju penerapan sistem yang lebih luas sebagai mitigasi kegagalan lereng, sekaligus menegaskan kontribusi Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi UGM, dalam menghadirkan solusi rekayasa bagi ketahanan wilayah.