Rumusan masalah utama penelitian ini adalah seberapa signifikan pengaruh dimensi CLT terhadap simpangan dan gaya-gaya dalam struktur bangunan bertingkat rendah. Secara khusus, penelitian diarahkan untuk mengevaluasi hubungan antara ketebalan panel, konfigurasi lapisan, serta karakteristik mekanis CLT dengan respons struktur bangunan. Sebagai dugaan awal yang akan diuji, perubahan dimensi dan susunan lapisan CLT diperkirakan dapat memengaruhi kekakuan, besarnya simpangan, dan distribusi gaya dalam. Namun, tingkat pengaruh tersebut masih memerlukan pembuktian melalui analisis struktur.
Penelitian menggunakan pendekatan pemodelan numerik tiga dimensi dengan mengambil studi kasus bangunan asrama di Yogyakarta. Bangunan yang menjadi acuan memiliki lima lantai, dengan panjang 60 meter dan lebar 19,2 meter. Tahapan penelitian diawali melalui studi literatur mengenai CLT, perilaku struktur, dan pendekatan analisis yang relevan. Secara paralel, dilakukan pengumpulan data sekunder bangunan eksisting sebagai dasar penyusunan model. Selanjutnya, tim melakukan desain pendahuluan dengan menentukan konfigurasi struktur, variasi dimensi panel, serta parameter kekuatan CLT dan konektornya. Parameter tersebut kemudian digunakan dalam pemodelan struktur tiga dimensi.
Melalui pemodelan tersebut, penelitian dirancang untuk membandingkan respons struktur berdasarkan variasi dimensi CLT. Evaluasi difokuskan pada simpangan dan gaya-gaya dalam sebagai indikator penting perilaku bangunan. Penelitian ini melibatkan tim akademisi dan mahasiswa untuk mendukung penyusunan skenario pemodelan, pengolahan data, serta pengembangan kajian ilmiah. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem penelitian terapan di lingkungan Sekolah Vokasi UGM.
Penelitian ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Kontribusi terhadap SDG 9 diwujudkan melalui pengembangan pengetahuan mengenai material konstruksi rekayasa dan pendekatan pemodelan struktur yang dapat mendukung inovasi teknologi bangunan. Sementara itu, keterkaitan dengan SDG 11 tercermin dalam upaya memperkuat dasar perencanaan bangunan yang aman, andal, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kawasan permukiman.
Pengembangan pengetahuan mengenai CLT juga membuka peluang kajian lanjutan terkait pemanfaatan material berbasis kayu dalam konstruksi berkelanjutan, dengan tetap mempertimbangkan sumber bahan baku, proses produksi, dan kinerja struktur. Melalui penelitian ini, Ika Rahmawati Suyanto bersama tim berupaya memperkuat landasan ilmiah penerapan CLT pada bangunan bertingkat rendah. Kajian tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan teknologi konstruksi yang lebih inovatif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan kontribusi Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi UGM, dalam menghadirkan solusi rekayasa yang relevan bagi kebutuhan pembangunan masa depan.