Rumusan masalah utama penelitian ini adalah bagaimana penggunaan limbah bata merah sebagai substitusi parsial semen serta penambahan bahan alternatif memengaruhi sifat fisik dan mekanik mortar. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi komposisi terhadap kuat tekan, kuat lentur, dan karakteristik fisik mortar. Kajian ini juga diarahkan untuk mengidentifikasi komposisi campuran yang berpotensi memberikan performa terbaik berdasarkan parameter pengujian. Sebagai hipotesis kerja, penggunaan limbah bata merah dalam proporsi tertentu diperkirakan dapat memengaruhi karakteristik mekanik mortar. Penambahan serat ijuk juga diduga berpotensi mengubah respons mortar terhadap pembebanan, terutama pada pengujian lentur. Namun, peningkatan jumlah material substitusi tidak dapat langsung diasumsikan menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengujian eksperimental untuk mengetahui hubungan antara komposisi campuran dan performa material.
Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif eksperimental di Laboratorium Bahan Bangunan, Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi UGM. Material utama yang digunakan meliputi semen, pasir Progo, air, serbuk limbah bata merah dari Desa Kemloko, serta serat ijuk. Proposal juga mengidentifikasi abu terbang sebagai material tambahan yang dikaji. Penelitian dirancang menggunakan lima variasi substitusi semen dengan serbuk bata merah, yaitu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Perbandingan campuran semen dan pasir divariasikan mulai dari 1:2 hingga 1:6. Untuk mengevaluasi pengaruh serat alami, penelitian membandingkan campuran tanpa serat ijuk dan campuran dengan penambahan serat ijuk sebesar 2% dari berat semen. Benda uji berbentuk kubus berukuran 5 × 5 × 5 sentimeter disiapkan untuk pengujian kuat tekan, sedangkan benda uji berbentuk balok berukuran 4 × 4 × 16 sentimeter digunakan untuk pengujian kuat lentur.
Tahapan penelitian meliputi pemeriksaan karakteristik material, pengolahan limbah bata merah, perencanaan komposisi campuran, pengujian konsistensi mortar menggunakan meja sebar, pencetakan benda uji, serta proses perawatan. Setelah mencapai umur 28 hari, benda uji direncanakan menjalani serangkaian pengujian yang mencakup berat jenis, kuat tekan, kuat lentur, dan daya serap air. Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis untuk membandingkan pengaruh masing-masing variasi campuran terhadap karakteristik mortar. Melalui pendekatan tersebut, penelitian diharapkan mampu memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan material konstruksi alternatif.
Penelitian ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Kontribusi terhadap SDG 9 tercermin melalui pengembangan inovasi material konstruksi berbasis pemanfaatan limbah industri. Penelitian ini membuka peluang penerapan teknologi material alternatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Sementara itu, SDG 11 berkaitan dengan upaya pengembangan bahan bangunan yang berpotensi mendukung pembangunan permukiman berkelanjutan. Adapun keterkaitan dengan SDG 12 diwujudkan melalui pendekatan pemanfaatan kembali limbah bata merah sebagai bahan bernilai guna.
Penggunaan material sisa produksi sebagai substitusi sebagian semen menjadi salah satu langkah yang relevan dengan prinsip efisiensi sumber daya dan ekonomi sirkular. Melalui penelitian ini, Dian Sestining Ayu bersama tim berupaya menunjukkan bahwa limbah material konstruksi dapat menjadi sumber inovasi apabila dikaji melalui pendekatan ilmiah dan pengujian yang sistematis. Pengembangan mortar berbahan dasar limbah bata merah diharapkan menjadi langkah awal menuju pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, pengurangan limbah industri, serta penguatan kontribusi Sekolah Vokasi UGM dalam menghadirkan solusi konstruksi yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.