YOGYAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi media sosial yang sering kali minim validasi, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) mengambil langkah progresif. SV UGM menggelar “Workshop Penulisan Berita SDGs di Lingkungan Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026” pada Selasa (30/6/2026) di Ruang 204 TILC SV UGM.
Pelatihan yang diikuti oleh 25 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita institusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, terverifikasi, dan memikat pembaca dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Sesi inti workshop dipandu oleh Erlin Estiana Yanti, yang membedah formula khusus penulisan berita, yaitu V-A-L-D-Q-I (Value, Angle, Lead, Data, Quote, Impact). Peserta dilatih menyusun berita dengan struktur piramida terbalik, lengkap dengan checklist praktis mulai dari penggunaan kata kerja aktif hingga pemenuhan unsur 5W+1H pada bagian lead (kepala berita).
Erlin menekankan bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh menghilangkan esensi dan kredibilitas jurnalistik.
“Kutipan narasumber wajib ada, karena di situlah letak keaslian dan kedalaman sebuah berita,” ujar Erlin tegas.
Selain teknik menulis, peserta juga dibekali materi mengenai integrasi teknologi dalam dunia kepenulisan. Dr.Eng. Agustinus Winarno, M.Eng., memaparkan prinsip human-in-the-loop dalam pemanfaatan AI untuk pemberitaan. Menurutnya, AI hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai media pendukung.
“Manusia yang memutuskan, AI hanya mempercepat. Kita yang menentukan arahnya, bukan algoritma yang menentukan kita,” jelas Agustinus.
Sejalan dengan itu, Dr. Mardhani Riasetiawan dari Biro Transformasi Digital UGM turut hadir memaparkan strategi penguatan narasi. Ia mengenalkan pemanfaatan platform UGM Search dan dasbor cerdas berbasis kata kunci tematik untuk mengoptimalkan jangkauan berita institusi.
Kebutuhan institusi pendidikan untuk mengelola informasi secara mandiri kini semakin krusial. Dalam workshop ini, ditekankan empat pilar utama peran media institusi, yaitu:
- Akuntabilitas (pertanggungjawaban publik)
- Branding (citra institusi)
- Arsip (rekam jejak digital)
- Sumber informasi resmi
Penguatan keempat pilar ini dinilai sangat penting mengingat kontribusi pemberitaan terhadap pencapaian kinerja dan akreditasi kampus kini semakin signifikan.
Melalui kolaborasi lintas unit antara SV UGM dan Biro Transformasi Digital UGM, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan humas-humas kampus yang andal. Menghasilkan rilis berita yang terstandar dan berdampak luas bagi mahasiswa, mitra, maupun masyarakat, sekaligus memperkuat tata kelola pengetahuan kampus secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas SDM ini juga menjadi bukti nyata komitmen SV UGM dalam mendukung semangat pembangunan yang inklusif dan bertanggung jawab.