Yogyakarta, 29 November 2025 — Para dosen Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada berpartisipasi aktif dalam Seminar Nasional Hasil-Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SNH2PM) 2025 yang diselenggarakan di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM guna memaparkan hasil-hasil dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah dilakukan. Seminar ini menjadi platform penting bagi akademisi dan mitra industri untuk berbagi hasil pengabdian masyarakat yang berdampak dan berkelanjutan, dengan tema “Kolaborasi SV dan Mitra Industri dalam Pengabdian Masyarakat yang Berdampak dan Berkelanjutan”.
Yogyakarta, 2025 — Taman Kalurahan Panjatan, diiniasiasikan menjadi lapangan yang tak hanya hijau, tapi juga ramah lingkungan dan mendukung roda ekonomi lokal oleh para dosen Departemen Teknik Sipil. Melalui proposal program pengabdian kepada masyarakat (PkM) tahun 2025, dosen-dosen Departemen Teknik Sipil bersama para timnya akan mengubah lapangan Kalurahan Panjatan yang selama ini menjadi pusat kegiatan masyarakat menjadi bentuk yang lebih baik dari sebelumnya. Lapangan yang sebelumnya kekurangan fasilitas dasar seperti penerangan malam, jalur jogging, atau area parkir yang memadai akan diubah menjadi “lapangan ramah lingkungan” dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dalam jangka waktu Juni hingga November 2025.
Yogyakarta, 2025 — Ketersediaan air bersih merupakan isu krusial di era perubahan iklim, terutama di wilayah rawan kekeringan dan banjir seperti Desa Gedong, Rawa Pening, Semarang. Dalam rangka melakukan penelitian Dana Masyarakat, Prof. Dr-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM. ASEAN.Eng, mengembangkan penelitian yang berfokus pada evaluasi efektifitas pemasangan Gama Rain Filter, sebuah inovasi teknologi pemanen air hujan yang diharapkan bisa membantu mengatasi masalah ketersediaan air di masyarakat lokal.
Yogyakarta, 2025 — Pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan menjadi tantangan utama di era perubahan iklim dan urbanisasi pesat. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu dosen Departemen Teknik Sipil yaitu Lava Himawan, S.T., M.T., menginovasikan Paving Drainage Block (PDB), sebuah sistem perkerasan permeabel yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan menyerap air dan kekuatan tekan perkerasan.
Inovasi Paving Drainage Block (PDB) adalah paving block yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian atas sebagai lapis aus dan penopang beban, serta bagian bawah berfungsi sebagai saluran drainase. Sistem perkerasan permeabel tradisional sering menyisakan genangan air karena infiltrasi yang kurang optimal, sementara beton berpori memiliki kekuatan tekan relatif kecil sehingga penggunaannya terbatas. PDB dirancang untuk mengatasi kelemahan paving konvensional dan beton berpori dengan meningkatkan permeabilitas sekaligus kekuatan tekan.
Yogyakarta, 2025 — Selama 7 bulan, terhitung dari bulan Maret sampai September 2025, Agus Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., dari Departemen Teknik Sipil, bersama tim peneliti Lava Himawan dan Megita Aryaputra, mengkaji workability dan kuat tarik belah beton yang dicampur dengan variasi persentase serat baja Dramix.
Beton merupakan material struktural yang dominan digunakan dalam konstruksi karena kuat tekan yang tinggi dan kemudahan pengerjaan. Namun, beton konvensional memiliki kekuatan tarik yang sangat rendah bahkan dianggap nol, menyebabkan keretakan yang dapat mengurangi keawetan dan keselamatan struktur. Penambahan serat baja Dramix sebagai bahan campuran diharapkan meningkatkan performa beton terutama pada aspek kekuatan tarik yang selama ini menjadi kelemahan beton konvensional, sekaligus mempertahankan kemudahan pengerjaan beton tersebut.
Yogyakarta, 2025 — Pembangunan infrastruktur yang terus berkembang di Indonesia meningkatkan kebutuhan akan material bangunan yang ekonomis, berkualitas, dan ramah lingkungan. Salah satu material konstruksi yang umum digunakan di Indonesia adalah bata merah, yang dalam proses produksinya menghasilkan limbah signifikan berupa bata yang tidak layak pakai. Limbah bata merah yang selama ini hanya dibuang menimbulkan masalah lingkungan sekaligus membuang potensi sumber bahan konstruksi alternatif.
Ir. Dian Sestining Ayu, S.T., M.T., salah satu dosen Departemen teknik Sipil, mengkaji potensi limbah bata merah sebagai substitusi parsial semen dalam mortar dengan penambahan abu terbang (fly ash) dan serat alami ijuk untuk meningkatkan performa mekanik mortar. Penggunaan limbah bata merah sebagai substitusi semen tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga mengurangi kebutuhan semen portland yang produksinya berkontribusi besar pada emisi karbon. Penambahan abu terbang dan serat alami diharapkan dapat memperbaiki kekuatan dan daya tahan mortar sehingga dapat diaplikasikan sebagai material bangunan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Yogyakarta, 2025 — Kebocoran jaringan pipa distribusi air minum menjadi salah satu tantangan besar dalam penyediaan air bersih di Indonesia. Fakta yang datang dari Kota Yogyakarta, bahwa lebih dari 49% air produksi PDAM hilang sebelum sampai ke pelanggan, dan sebagian besar terjadi akibat kebocoran pipa.
Melalui penelitian terbarunya, Dr. Ir. Sindu Nuranto, MS. melalui Penelitian Dana Masyarakat 2025 melakukan penelitian dengan judul “Analisis Tingkat Kebocoran Pipa Distribusi Air Minum untuk Optimalisasi Pemeliharaan.” Penelitian ini sejalan dengan SDGs ke-6: Clean Water and Sanitation, khususnya bertarget tentang peningkatan efisiensi penggunaan air dan pengurangan kehilangan.
Yogyakarta, 2025 — Dr. Eng. Ir. Adhitya Yoga Purnama, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN. Eng., dosen Departemen Teknik Sipil, bersama timnya telah berhasil melakukan penelitian mengenai pengaruh susunan blok modular pada dinding penahan tanah terhadap respon beban statis. Teknologi dinding penahan tanah modular interlocking merupakan solusi inovatif untuk meningkatkan stabilitas lereng dengan metode konstruksi yang praktis dan tahan lama. Penelitian ini diarahkan pada pengembangan teknologi yang mendukung SDGs nomor 9, khususnya terkait inovasi industri dan pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan.
(SDG 11: Sustainable Cities and Communities)
Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan, tim peneliti Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM melakukan terobosan penting dalam penguatan tanah lanau yang kerap menjadi tantangan di wilayah urban dan pesisir. Melalui penelitian berjudul “Stabilisasi Tanah menggunakan Pasta Friksi sebagai material Grouting, tim mengusulkan penerapan pasta friksi berbasis semen dan epoksi untuk meningkatkan stabilitas pondasi bangunan.
(SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure)
Peneliti Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Dr. Devi Oktaviana Latif, S.T., M.Eng., bersama timnya, mengembangkan teknologi inovatif perkuatan tanah menggunakan pasta friksi berbasis semen dan epoksi untuk meningkatkan kinerja pondasi tiang pada tanah lanau. Penelitian ini merupakan bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 9, yang menekankan pada inovasi industri dan infrastruktur berkelanjutan.
Melalui serangkaian uji laboratorium skala model, tim meneliti bagaimana campuran semen–epoksi–lanau dapat meningkatkan daya lekat dan geser tanah–tiang setelah proses instalasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kekuatan geser dan daya dukung aksial, dengan kenaikan resistansi geser hingga lebih dari 15 kali lipat dibandingkan kondisi tanpa perbaikan setelah 28 hari perawatan.