Yogyakarta — Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menunjukkan kiprah inovatifnya dalam ajang Company Exhibition China–Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) 2026 yang diselenggarakan pada 28 April 2026 di Student Center Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi wadah strategis dalam mempertemukan dunia pendidikan vokasi dengan industri global.
Mengusung semangat “Kickstart Your Global Networking!”, pameran ini menghadirkan lebih dari 10 perusahaan top internasional dan multinasional. Ajang ini tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor, transfer teknologi, serta penguatan kompetensi mahasiswa vokasi agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja global.
Dalam kesempatan tersebut, DTS SV UGM memamerkan berbagai karya inovatif unggulan yang berfokus pada pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah Instalasi Pemanen Air Hujan (Gama Rainfilter), sebuah teknologi yang dirancang untuk menangkap, menyaring, dan mengolah air hujan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Produk ini telah dikembangkan dengan kemasan pabrikan sehingga siap untuk diaplikasikan secara luas di masyarakat.
Selain itu, DTS SV UGM juga menampilkan alat elektrolisa air hujan yang mampu meningkatkan kualitas air melalui proses elektrokimia. Inovasi ini menawarkan solusi alternatif dalam pengolahan air yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Tidak kalah menarik, terdapat produk air minum berbasis air hujan seperti Vokasi Water (VoWater) dan Heaven Water, yang diproduksi oleh River and Ecology Club (REC) KMDTS. Kedua produk ini menjadi bukti nyata bahwa air hujan dapat diolah menjadi air minum yang aman, higienis, dan layak konsumsi.
Teknologi lainnya yang turut dipamerkan adalah Sensor Smart Water Tank, sebuah sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan volume dan kualitas air secara real-time. Inovasi ini sangat relevan dalam mendukung efisiensi penggunaan air, terutama di kawasan perkotaan. Selain itu, beton porous yang diperkenalkan juga menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan daya serap air tanah serta mengurangi risiko genangan dan banjir.
Keikutsertaan dalam CITIEA 2026 ini memberikan peluang emas bagi DTS SV UGM untuk memperluas jejaring internasional. Melalui interaksi langsung dengan perwakilan industri dari Tiongkok dan mancanegara, departemen ini membuka jalan bagi kolaborasi riset, magang internasional bagi mahasiswa, hingga komersialisasi produk inovasi di pasar global.
Melalui partisipasi aktif dalam ajang CITIEA 2026, Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM tidak hanya memamerkan kecanggihan teknologi, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang inovatif dan solutif. Semangat ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi kemajuan pendidikan vokasi Indonesia yang semakin berdampak bagi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan di masa depan.