Yogyakarta — Universitas Gadjah Mada menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balairung pada Sabtu, 02 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 07.30 WIB ini dihadiri oleh perwakilan sivitas akademika yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas dan unit kerja. Upacara tahun ini mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan mulai dari pengisian presensi, persiapan, hingga pelaksanaan upacara inti. Kehadiran berbagai elemen sivitas akademika mencerminkan semangat kebersamaan dalam memaknai pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Momentum Hardiknas tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan panjang pendidikan Indonesia dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam upacara tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Turi Handayani, tetap relevan sebagai landasan pendidikan masa kini. Nilai tersebut mencerminkan peran pendidikan dalam memberi keteladanan, membangun semangat, serta mendorong kemandirian belajar.
Prof. Ova juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan Indonesia, mulai dari kesenjangan akses pendidikan, rendahnya tingkat literasi, hingga ketimpangan kualitas dan fasilitas pendidikan. Selain itu, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan turut menghadirkan tantangan baru, khususnya dalam menjaga integritas akademik serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.
Sebagai bagian akhir dari rangkaian upacara, UGM menganugerahkan Satya Lencana Karya Satya kepada 112 aparatur sipil negara yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas masa pengabdian, yakni 30 tahun kepada 15 orang, 20 tahun kepada 36 orang, serta 10 tahun kepada 61 orang. Pemberian penghargaan tersebut mencerminkan apresiasi atas dedikasi dan komitmen dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu.
Melalui peringatan Hardiknas 2026, UGM menegaskan kembali pentingnya kerja kolektif, inovasi, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global. Semangat ini diharapkan mampu menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul demi masa depan Indonesia yang lebih maju.