Yogyakarta — Sebagai upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang hidrologi dan lingkungan, Program Studi Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil (TRPBS), Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTS SV UGM), menyelenggarakan kegiatan praktikum lapangan bertajuk Pengukuran dan Pengamatan Aspek Hidrologi pada Sungai Code pada 23 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 62 mahasiswa dan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk mendukung pemahaman mahasiswa terhadap kondisi hidrologi sungai sekaligus ekosistem lingkungan di sekitarnya.
Sebagai salah satu sungai utama yang melintasi Kota Yogyakarta, Sungai Code berperan penting dalam sistem drainase perkotaan, keseimbangan lingkungan, serta kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, sehingga Sungai Code merupakan media pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa TRPBS dalam memahami penerapan teori hidrolika secara langsung di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan berbagai pengukuran hidrologi di aliran Sungai Code. Kegiatan diawali dengan pengarahan mengenai prosedur keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta teknik pengukuran yang benar. Mahasiswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan pengukuran kedalaman sungai, kecepatan aliran, dan perhitungan debit aliran sungai menggunakan peralatan pengukuran yang telah disiapkan.
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mampu memahami teori dan cara menghitung parameter-parameter hidrologi seperti kedalaman sungai, kecepatan aliran, dan debit aliran sungai. Pemahaman tersebut menjadi salah satu kompetensi dasar dalam bidang ketekniksipilan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air, pengendalian banjir, hingga perencanaan infrastruktur berbasis lingkungan. Dengan terlibat langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori yang dipelajari di perkuliahan diterapkan pada kondisi nyata di lapangan.
Selain melakukan pengukuran hidrologi, mahasiswa juga melaksanakan pengamatan lingkungan dengan mencatat ragam flora dan fauna yang ada di sekitar Sungai Code. Observasi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara kondisi sungai dengan keberadaan ekosistem di sekitarnya. Mahasiswa mengamati berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di bantaran sungai serta keberadaan fauna lokal yang menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem Sungai Code. Melalui kegiatan ini mahasiswa belajar bahwa kualitas lingkungan sungai sangat mempengaruhi keberlangsungan ekosistem yang ada di sekitarnya. Data hasil pengamatan kemudian dicatat dan dianalisis sebagai bahan pembelajaran kondisi ekologis sungai secara komprehensif.
Melalui pengalaman praktik langsung di lapangan, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas. Praktikum ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami karakteristik aliran sungai, metode pengukuran debit, hingga tantangan teknis yang dapat ditemui dalam kegiatan pengamatan hidrologi. Selain itu, mahasiswa juga belajar bekerja sama dalam tim, melakukan analisis data, serta menyusun hasil pengamatan secara sistematis dan ilmiah.