Yogyakarta — Departemen Teknik Sipil SV UGM menggelar kegiatan kerja bakti penataan fasilitas pada Jumat, 17 April 2026, yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di lingkungan lantai 1 dan lantai 2 Gedung Daruslan DTS SV UGM. Kegiatan ini melibatkan seluruh tenaga kependidikan beserta cleaning service sebagai bentuk kolaborasi dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak digunakan.
Agenda utama dalam kegiatan tersebut meliputi pembongkaran gazebo tidak layak pakai yang terletak di sisi selatan Laboratorium Bahan Bangunan. Gazebo dinilai telah mengalami penurunan kualitas struktur dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna. Oleh karena itu, langkah pembongkaran dilakukan sebagai upaya preventif untuk menghindari risiko kecelakaan serta menjaga keamanan di lingkungan kampus.
Selain itu, kegiatan juga difokuskan pada penataan ulang ruang kelas yang sebelumnya digunakan untuk pelaksanaan Ujian Tengah Semester. Penataan ini meliputi pembersihan ruangan, pengaturan ulang meja dan kursi, serta memastikan fasilitas pembelajaran dalam kondisi siap digunakan untuk kegiatan perkuliahan selanjutnya. Hal ini penting dilakukan agar mahasiswa dapat kembali belajar dalam suasana yang kondusif dan mendukung proses akademik.
Kegiatan kerja bakti ini tidak hanya menjadi rutinitas pemeliharaan fasilitas, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan kampus. Partisipasi aktif dari seluruh tenaga kependidikan dan petugas kebersihan menunjukkan komitmen kolektif dalam menciptakan ruang yang fungsional dan representatif bagi kegiatan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Departemen Teknik Sipil menunjukkan bahwa pengelolaan fasilitas tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada nilai-nilai keberlanjutan dan kebersamaan. Dengan keterlibatan seluruh elemen pendukung, diharapkan lingkungan kampus dapat terus terjaga kualitasnya dan mampu menunjang aktivitas akademik secara optimal.
Sebagai penutup, kegiatan kerja bakti ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi sederhana dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi kenyamanan lingkungan kerja dan belajar, tetapi juga dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di lingkup pendidikan.