Yogyakarta – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknik sipil terus dilakukan oleh Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melalui berbagai kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Kuliah Tamu bersama Ikatan Asisten Ahli Teknik Sipil (IAATS) yang diselenggarakan pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Ruang 208 DTS SV UGM dengan mengusung tema “Transformasi Manajemen Fasilitas dan Pemeliharaan Gedung Berbasis Kompetensi di Industri Hulu Migas.”
Kuliah tamu berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, diikuti oleh mahasiswa Departemen Teknik Sipil, khususnya dari Program Studi Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil (TRPBS) dan Teknik Pengelolaan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil (TPPIS). Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu manajemen fasilitas yang saat ini menjadi bagian penting dalam dunia konstruksi dan industri energi.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidangnya. Ruly Ramandha Lesmana, S.T., M.M., sebagai Manajer Supply Chain PT Pertamina EP Cepu dan Ir. Teguh Sudibyo, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Kepala Kantor Pengadaan Universitas Gadjah Mada. Kehadiran kedua praktisi ini memberikan perspektif nyata mengenai implementasi manajemen fasilitas di industri, khususnya pada sektor hulu minyak dan gas bumi.
Adapun materi yang disampaikan dalam kuliah tamu ini mencakup definisi dan ruang lingkup manajemen fasilitas, hubungan antara teknik sipil dengan disiplin lain, serta strategi pengelolaan infrastruktur yang efektif dan berkelanjutan. Manajemen fasilitas dijelaskan sebagai suatu sistem yang mengintegrasikan aspek manusia, tempat, dan proses untuk meningkatkan kualitas operasional dan produktivitas organisasi. Konsep ini menjadi semakin relevan di tengah tuntutan efisiensi dan keberlanjutan di berbagai sektor industri.
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa dengan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan di lapangan, peluang karir, hingga keterampilan yang perlu dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi tantangan yang ada di masa mendatang. Melalui diskusi ini, wawasan peserta mengenai kondisi nyata dunia kerja yang dinamis dan penuh tantangan semakin terbuka serta memberikan gambaran tentang kompetensi yang dibutuhkan di industri.
Tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis saja, mahasiswa juga memperoleh wawasan praktis yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja. Pengenalan terhadap kondisi nyata di industri hulu migas memberikan gambaran tentang kompleksitas pekerjaan yang akan dihadapi, sekaligus memotivasi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Kuliah Tamu IAATS ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap perubahan. Dengan menghadirkan praktisi sebagai narasumber, mahasiswa dapat memahami bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan secara nyata di lapangan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, namun juga menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya manajemen fasilitas yang berkelanjutan. Dengan bekal pengetahuan dan wawasan yang diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan infrastruktur yang efisien, tangguh, dan berorientasi pada keberlanjutan di masa depan.
Kegiatan serupa diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak praktisi dari industri. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kurikulum pendidikan tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.