Yogyakarta – Keterhubungan antara dunia akademik dan industri menjadi salah satu kunci penting dalam membekali mahasiswa menghadapi realitas kerja. Hal ini digambarkan dalam kegiatan “Pojok Alumni” yang kembali digelar pada tanggal 5 Mei 2026 oleh Keluarga Mahasiswa Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (KMDTS SV UGM), menghadirkan suasana diskusi hangat sekaligus inspiratif bagi para mahasiswa yang tengah mempersiapkan masa depannya.
Kali ini kegiatan Pojok Alumni mengangkat tema “Peran dan Peluang Teknik Sipil di Industri Pertambangan”. Sebuah bidang yang mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian mahasiswa DTS UGM. Melalui forum ini, peserta diajak menyelami bagaimana ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah dapat diterapkan secara nyata di sektor industri, khususnya pertambangan yang memiliki tantangan dan dinamika tersendiri.
Kegiatan Pojok Alumni dilaksanakan di ruang 303 Departemen Teknik Sipil, sebuah tempat yang bukan sekadar ruang kelas, namun juga menjadi simbol “rumah” bagi para alumni yang kembali untuk berbagi pengalaman. Pemilihan lokasi ini memberikan nuansa kedekatan emosional, seolah mempertemukan masa lalu dan masa depan dalam satu ruang yang sama.
Mahasiswa mulai dari angkatan 2023 hingga 2025 tampak antusias mengikuti acara. Kehadiran Christie Gratia Prasasti Priyambodo, S.Tr.T., yang kini menjabat sebagai Production Group Leader di PT Pamapersada Nusantara, menjadi daya tarik tersendiri untuk peserta Pojok Alumni. Dengan gaya penyampaiannya yang komunikatif, Christie membagikan perjalanan kariernya, mulai dari seleksi hingga realitas operasional di dunia pertambangan.
Berbagai topik penting turut dibahas seperti tahapan rekrutmen di perusahaan tambang, struktur divisi perusahaan, hingga gambaran umum proses pertambangan itu sendiri. Paparan oleh Christie ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai luasnya peluang karir yang dapat mereka tempuh setelah lulus nanti. Lebih dari sekadar sesi berbagi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk mulai merencanakan langkah mereka ke depan. Wawasan yang diperoleh diharapkan mampu menumbuhkan motivasi serta kesiapan dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.
Pelaksanaan kegiatan Pojok Alumni tidak memiliki jadwal tetap. Kegiatan ini diselenggarakan secara fleksibel, biasanya ketika alumni berkesempatan kembali ke Yogyakarta dan bersedia meluangkan waktu untuk datang ke Departemen Teknik Sipil untuk berbagi pengalamannya. Justru dari spontanitas inilah, kegiatan Pojok Alumni terasa lebih autentik dan penuh makna.
Pada akhirnya, kegiatan seperti ini bukan hanya memperluas pengetahuan, namun juga mempererat hubungan antara alumni dan mahasiswa. Sebuah jembatan yang menghubungkan pengalaman dengan harapan, sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan karier dimulai dari langkah kecil, seperti duduk di ruang kelas dan mendengarkan kisah inspiratif dari mereka yang telah lebih dulu melangkah.