Semarang, Februari 2026 – Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Departemen Teknik Sipil (DTS) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Tim CIVILLIUM berhasil meraih Juara 2 dalam ajang “Lomba Konstruksi PUtech 2025–2026 Kategori Perguruan Tinggi”, kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum, Semarang, Jawa Tengah. Capaian ini terasa istimewa karena tim CIVILLIUM harus bersaing dengan 100 tim pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan berhasil lolos sebagai 14 besar finalis sebelum akhirnya dinobatkan sebagai juara kedua.
Tim CIVILLIUM merupakan delegasi dari Universitas Gadjah Mada, khususnya mahasiswa DTS Sekolah Vokasi yang terdiri atas: Tita Renita (TPPIS 23), Eko Wardoyo (TPPIS 23), Destu Duwi Susanto (TRPBS 23), dan Vreda Iqbal Rismawan (TRPBS 23).
Kompetisi ini mengusung tema “Lean Construction”, sebuah pendekatan manajemen proyek konstruksi yang berorientasi pada pengurangan pemborosan (waste), peningkatan nilai tambah (value), serta optimalisasi efisiensi sumber daya dan mutu hasil pekerjaan. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan infrastruktur modern yang menuntut efektivitas sekaligus keberlanjutan.
Sebagai kompetisi berskala nasional, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dengan latar belakang teknik sipil dan konstruksi. Karena mengangkat konsep ”Lean Construction” yang cukup spesifik dan teknis, persaingan dapat dikatakan sangat ketat dengan tahapan-tahapan yang sistematis.
Kompetisi dimulai dari Technical Meeting (TM) sebagai tahap penyisihan yang digelar pada 19 Januari 2026 dilanjutkan dengan pengumpulan proposal oleh peserta pada 6 Februari 2026. Dari 100 tim yang mendaftar, hanya 14 tim terbaik yang diumumkan sebagai finalis pada 13 Februari 2026. Pada hari yang sama, para finalis mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri profesional di bidangnya. Kegiatan ini diakhiri dengan kegiatan puncak penghargaan (awarding) yang dilaksanakan pada 15 Februari 2026.
Keempat belas finalis menghadirkan solusi inovatif berbasis analisis proyek nyata. Hal ini menjadikan sesi presentasi berlangsung secara kompetitif dan penuh dinamika. Tak terkecuali bagi tim CIVILLIUM. Tim CIVILLIUM mampu menunjukkan bahwa gagasan mereka tidak hanya inovatif, tetapi juga feasible untuk diterapkan dalam proyek riil. Gagasan inilah yang mengantarkan tim meraih Juara 2 dalam perlombaan ini.
Tidak hanya karena dapat menyuguhkan gagasan yang inovatif dan feasible, keberhasilan meraih Juara 2 menjadi bukti bahwa tim ini mampu menyelaraskan aspek teknis, manajerial, dan komunikasi profesional secara seimbang. Tak kalah penting, keberhasilan mahasiswa ini tak lepas dari peran aktif bapak Ir. Teguh Sudibyo, S.T., M.T., Ph.D., IPU yang membimbing tim dalam memperdalam analisis lean construction, sehingga solusi yang dirancang tidak hanya kuat secara teoritis, namun juga realistis dan aplikatif.
Bagi tim CIVILLIUM, pengalaman paling berkesan dalam kompetisi ini adalah tantangan menerapkan lean construction secara nyata. Selama ini, konsep tersebut hanya dipelajari di bangku perkuliahan saja. Akan tetapi, dengan mengikuti perlombaan ini mereka harus dapat mengimplementasikannya pada studi kasus yang konkret. Dengan meminimalkan pemborosan dan meningkatkan efisiensi, solusi yang ditawarkan CIVILLIUM tidak hanya berdampak pada kinerja proyek, tetapi juga pada pengurangan jejak lingkungan konstruksi.
Proses analisis waste dan efisiensi proyek menjadi pengalaman akademik yang mendalam. Diskusi intens antar anggota tim dengan pembimbing memperkuat kekompakan dan kemampuan manajemen waktu. Selain itu, kesempatan mempresentasikan solusi di hadapan juri profesional memberikan pengalaman berharga dalam membangun kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi teknis.
Keberhasilan Tim CIVILLIUM DTS SV UGM meraih Juara 2 dalam Lomba Konstruksi PUtech 2025–2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu bersaing di tingkat nasional dengan gagasan yang inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Capaian ini tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga mempertegas komitmen generasi muda teknik sipil dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang efisien, berkualitas, dan selaras dengan Sustainable Development Goals. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus tumbuh, CIVILLIUM telah menunjukkan bahwa masa depan konstruksi Indonesia berada di tangan generasi yang kompeten, visioner, dan berintegritas.