Yogyakarta – Badan Semi Otonom (BSO) River and Ecology Club (REC) dan Building Information Modeling (BIM) Departemen Teknik Sipil (DTS) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan “Pemaparan Hasil Biotilik dan Aksi Bersih Sungai Gadjah Wong” bersama masyarakat di kawasan Sungai Gadjah Wong, Giwangan, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Biotilik Sungai Gadjah Wong yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 24 Mei 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas lingkungan perairan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata hasil pembelajaran mahasiswa yang tidak berhenti pada tahap observasi dan analisis data semata. Melalui pemaparan hasil penelitian dan aksi lingkungan secara langsung, mahasiswa berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kelestarian Sungai Gadjah Wong.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh warga di sekitar bantaran Sungai Gadjah Wong, anggota BSO REC, serta anggota BSO BIM. Dalam sambutannya, perwakilan warga dan mahasiswa menyampaikan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan akademisi dalam menjaga kualitas lingkungan sungai. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi jembatan antara hasil kajian ilmiah dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil Biotilik Sungai Gadjah Wong yang telah diolah selama beberapa minggu setelah pelaksanaan observasi lapangan. Pemaparan bertujuan untuk memberi gambaran kondisi sungai berdasarkan hasil pengamatan langsung yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi lingkungan di wilayah tempat tinggal mereka.
Dalam pelaksanaannya, kedua organisasi memiliki peran yang saling melengkapi. BSO REC bertanggung jawab dalam menyampaikan hasil analisis data biota indikator yang ditemukan selama kegiatan Biotilik dan BSO BIM berperan dalam memperkenalkan hasil visualisasi Sungai Gadjah Wong dalam bentuk model tiga dimensi (3D).
Data yang dikumpulkan oleh BSO REC diolah dan diklasifikasikan berdasarkan jenis organisme yang ditemukan, kemudian digunakan sebagai dasar untuk menilai kondisi kualitas perairan Sungai Gadjah Wong. Hasil analisis temuan di Sungai Gadjah Wong kemudian dipresentasikan kepada masyarakat sebagai edukasi kondisi ekosistem sungai dan beragam faktor yang dapat mempengaruhi kualitas air.
Melalui pemaparan tersebut, warga memperoleh pemahaman ilmiah mengenai hubungan antara keberadaan biota indikator dengan kondisi lingkungan perairan. Edukasi ini menjadi penting karena kualitas sungai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi juga aktivitas manusia yang berlangsung di sekitar kawasan sungai.
Hasil olah data oleh BSO REC kemudian divisualkan kedalam bentuk 3D oleh BSO BIM. Model tersebut disusun untuk memberikan gambaran kondisi sungai secara lebih nyata, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Visualisasi 3D yang dipresentasikan mendapat perhatian dari warga karena mampu menjelaskan kondisi kawasan sungai secara lebih interaktif dibandingkan penyampaian data dalam bentuk angka atau laporan tertulis.
Selain menjadi media presentasi, model visual tersebut juga diserahkan kepada masyarakat sebagai sarana edukasi yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung upaya pelestarian Sungai Gadjah Wong di masa mendatang. Kehadiran teknologi visualisasi ini menunjukkan bagaimana inovasi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan edukasi lingkungan secara efektif.
Diskusi antara warga dengan mahasiswa juga dilakukan. Dalam forum tersebut, mahasiswa dan masyarakat bertukar informasi mengenai berbagai permasalahan yang masih ditemukan di kawasan sungai, mulai dari pencemaran akibat sampah rumah tangga hingga pentingnya menjaga kebersihan bantaran sungai. Diskusi berlangsung secara aktif dan menjadi wadah untuk membangun kesadaran bersama mengenai tanggung jawab menjaga lingkungan.
Sebagai bentuk implementasi nyata dari hasil edukasi yang telah disampaikan, seluruh peserta kemudian melaksanakan aksi bersih-bersih Sungai Gadjah Wong. Mahasiswa dan warga bergotong royong mengumpulkan sampah yang terdapat di area bantaran maupun aliran sungai. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan secara langsung, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan, peserta dan warga berkumpul dalam suasana kebersamaan melalui makan bersama. Momen tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kolaborasi yang telah terbangun selama pelaksanaan program.
Melalui sinergi antara kajian ilmiah, inovasi teknologi, dan aksi nyata di lapangan, BSO REC dan BIM DTS Sekolah Vokasi UGM menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang.