Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTS SV UGM). Tim Hanggar Karya yang terdiri atas Demas Tegar Nasapratama (TPPIS 2023), Tita Renita (TPPIS 2023), dan Novi Harun Hariningsih (TPPIS 2024) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang National Tender Competition (NATECOM) Civil Carnival 10.0 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung pada 11–12 Mei 2026 di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
National Tender Competition merupakan kompetisi yang berfokus pada penyusunan dokumen tender proyek konstruksi secara komprehensif, mulai dari dokumen administrasi, metode teknis pelaksanaan, dokumen biaya, hingga strategi inovasi penawaran proyek konstruksi. Tahun ini, kompetisi ini mengusung tema “Inovasi Penawaran Proyek Konstruksi untuk Mewujudkan Infrastruktur Tangguh dan Berkelanjutan.” Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi, efisiensi, serta keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur masa kini.
Dalam kompetisi tersebut, tim DTS SV UGM dibimbing oleh Ir. Lava Himawan, S.T., M.T. yang turut mendampingi proses persiapan hingga tahap final. Kehadiran dosen pembimbing menjadi faktor penting dalam mengarahkan strategi penyusunan dokumen tender sekaligus memperkuat kesiapan tim dalam menghadapi persaingan nasional yang sangat kompetitif.
Persaingan dalam kompetisi ini memang tidak mudah. Sebanyak 38 tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia turut berpartisipasi, di antaranya ada Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jember, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Pendidikan Indonesia, dan masih banyak lagi.
Menurut tim Hanggar Karya, proses penyusunan dokumen tender menjadi tantangan sekaligus pengalaman yang sangat berharga. Ketelitian tinggi diperlukan dalam setiap tahap, mulai dari analisis teknis hingga strategi inovasi proyek konstruksi yang ditawarkan. Selain itu, mereka juga harus mampu menyusun penawaran yang kompetitif sekaligus realistis sesuai dengan kebutuhan proyek.
“Pengalaman paling berkesan adalah ketika harus menyusun dokumen tender secara detail dan mempresentasikan hasil kerja di hadapan dewan juri. Persaingannya sangat ketat karena seluruh tim memiliki strategi dan inovasi yang luar biasa,” ungkap tim Hanggar Karya.
Keberhasilan Tim Hanggar Karya meraih Juara 1 menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi memiliki kemampuan unggul dalam bidang perencanaan dan pengelolaan proyek konstruksi. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa DTS SV UGM mampu bersaing di tingkat nasional melalui penguasaan kompetensi teknis, manajerial, serta kemampuan berpikir strategis dalam dunia konstruksi.
Prestasi yang diraih Tim Hanggar Karya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa DTS SV lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik maupun non akademik melalui berbagai kompetisi nasional. Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan kerja keras, mahasiswa DTS SV UGM terus menunjukkan kontribusinya dalam mencetak generasi profesional konstruksi yang unggul dan siap menghadapi tantangan pembangunan masa depan.