Yogyakarta, 2025 — Pembangunan infrastruktur yang terus berkembang di Indonesia meningkatkan kebutuhan akan material bangunan yang ekonomis, berkualitas, dan ramah lingkungan. Salah satu material konstruksi yang umum digunakan di Indonesia adalah bata merah, yang dalam proses produksinya menghasilkan limbah signifikan berupa bata yang tidak layak pakai. Limbah bata merah yang selama ini hanya dibuang menimbulkan masalah lingkungan sekaligus membuang potensi sumber bahan konstruksi alternatif.
Ir. Dian Sestining Ayu, S.T., M.T., salah satu dosen Departemen teknik Sipil, mengkaji potensi limbah bata merah sebagai substitusi parsial semen dalam mortar dengan penambahan abu terbang (fly ash) dan serat alami ijuk untuk meningkatkan performa mekanik mortar. Penggunaan limbah bata merah sebagai substitusi semen tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga mengurangi kebutuhan semen portland yang produksinya berkontribusi besar pada emisi karbon. Penambahan abu terbang dan serat alami diharapkan dapat memperbaiki kekuatan dan daya tahan mortar sehingga dapat diaplikasikan sebagai material bangunan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Yogyakarta, 2025 — Kebocoran jaringan pipa distribusi air minum menjadi salah satu tantangan besar dalam penyediaan air bersih di Indonesia. Fakta yang datang dari Kota Yogyakarta, bahwa lebih dari 49% air produksi PDAM hilang sebelum sampai ke pelanggan, dan sebagian besar terjadi akibat kebocoran pipa.