YOGYAKARTA – Inovasi dalam merancang infrastruktur masa depan yang adaptif dan berpusat pada kesejahteraan masyarakat kembali ditorehkan oleh mahasiswa Departemen Teknik Sipil (DTS) SV UGM. Tim Daruslan berhasil menyabet gelar Juara 1 pada ajang Innovative Tender Competition dalam rangkaian Civil In Action 14th. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM pada 13–15 Agustus 2026 ini menjadi wadah bagi calon insinyur muda dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan secara komprehensif.
Berbeda dengan lomba tender pada umumnya, Innovative Tender Competition menantang para peserta untuk mengusung pendekatan design and build. Dalam kompetisi ini, tim tidak hanya menyusun penawaran pembangunan, tetapi juga harus merumuskan solusi desain dari tahap perencanaan awal. Pada tahun ini, tantangan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, yakni menganalisis dan merancang Kawasan Hunian Tetap Pasca Bencana di Desa Manyang Cut, Kabupaten Meureudu, Pidie Jaya, Aceh.
Rancangan yang diusung oleh Tim Daruslan dinilai berhasil menjawab urgensi penciptaan lingkungan tempat tinggal yang aman, inklusif, dan berketahanan jangka panjang. Melalui penyusunan dokumen tender yang cermat, Tim Daruslan membuktikan bahwa pemulihan wilayah pasca bencana harus menitikberatkan pada penyediaan hunian dasar yang memadai, sekaligus membangun fasilitas fisik yang tangguh untuk meminimalkan risiko di masa depan. Solusi desain yang ditawarkan secara langsung menyentuh aspek keberlanjutan ekosistem sosial masyarakat setempat, serta mendorong terobosan baru dalam industri dan perancangan konstruksi.
Perjalanan panjang menuju juara dilalui Tim Daruslan yang beranggotakan Achmad Kawakib (TPPIS 24), Novi Harum Hariningsih (TPPIS 24), Reksa Agista (TPPIS 24), dan Muhammad Rifqi Syafiq (TRPBS 25) melalui dua tahap utama. Pada tahap pertama, tim menyusun dokumen administrasi dan penawaran teknis, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dokumen penawaran harga. Kematangan strategi penawaran dan kemampuan analisis pemecahan masalah membawa mereka lolos sebagai satu dari enam tim terbaik untuk mempresentasikan hasil perencanaannya di hadapan dewan juri pada babak final.
Kemenangan ini bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan wujud nyata dari kualitas pendidikan teknis dan vokasional yang relevan dengan tuntutan industri. Keberhasilan Tim Daruslan menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu teknik sipil pada kasus nyata di lapangan, membekali mereka dengan keterampilan esensial sebagai sumber daya manusia unggul yang siap terjun ke dunia profesional.
Prestasi membanggakan dari Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM ini diharapkan dapat memantik semangat mahasiswa lainnya di seluruh Indonesia. Melalui kompetisi dan kolaborasi, generasi muda terbukti mampu menjadi pilar utama dalam menghadirkan solusi infrastruktur yang tidak hanya memajukan perekonomian, tetapi juga menjaga ketahanan sosial masyarakat secara merata dan berkelanjutan.