Rumusan utama penelitian ini adalah bagaimana pengaruh variasi persentase serat baja Dramix terhadap kuat tarik beton serta kemudahan pengerjaan adukannya. Tujuannya adalah mengevaluasi pengaruh variasi persentase serat baja Dramix terhadap kuat tarik, kuat tekan, dan kuat lentur beton, sekaligus memastikan kemudahan pengerjaan adukan tetap terjaga. Hasilnya diharapkan menjadi dasar pemilihan kadar serat yang sesuai bagi beton dengan kuat tarik yang lebih baik.
Sebagai dugaan awal, penambahan serat Dramix diperkirakan meningkatkan kuat tarik dan kuat lentur beton. Pada beberapa penambahan serat, kuat tekan memang dapat menurun meski kuat tarik dan lentur meningkat. Namun, karena massa jenis serat baja lebih besar daripada beton, kuat tekan diharapkan tidak menurun. Dugaan ini masih perlu dibuktikan melalui pengujian laboratorium. Seluruh pengujian mengikuti prosedur baku sehingga hasilnya dapat dibandingkan dengan penelitian beton serat lainnya, termasuk kajian terdahulu yang telah disebutkan.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bahan Bangunan Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM. Tahapan diawali kajian pustaka, persiapan alat dan bahan, perencanaan campuran (mix design), dan penimbangan proporsi bahan. Adukan diuji kemudahan pengerjaannya melalui uji slump, compacting factor, dan VB time, lalu dicetak menjadi benda uji. Variasi yang direncanakan mencakup lima kadar serat baja terhadap volume semen, dengan faktor air semen yang dijaga tetap. Benda uji berupa silinder beton dengan beberapa sampel pada setiap variasi untuk pengujian kuat tarik belah. Pengujian kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur dilakukan pada umur beton standar, dengan acuan SNI untuk perencanaan campuran, uji slump, kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur.
Penelitian ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan pengetahuan mengenai material beton serat yang diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi pemanfaatan material konstruksi yang lebih andal. Penelitian ini juga membuka peluang kajian lanjutan, seperti variasi faktor air semen, jenis serat berbeda, dan serat alami. Melalui penelitian ini, Agus Kurniawan bersama tim berupaya memperkuat landasan ilmiah penerapan serat baja Dramix pada beton. Kajian tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan material konstruksi yang lebih kuat, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan kontribusi Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi UGM, dalam menghadirkan solusi rekayasa yang relevan bagi kebutuhan pembangunan masa depan.