Yogyakarta – Keluarga Mahasiswa Departemen Teknik Sipil (KMDTS) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan Sipil Sarasehan, sebuah forum dialog terbuka antara mahasiswa dan pihak Departemen Teknik Sipil. Kegiatan yang berlangsung di Hanggar Departemen Teknik Sipil UGM ini dihadiri oleh mahasiswa aktif dari seluruh angkatan, Ketua Departemen Teknik Sipil, Ketua Program Studi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil (TPPIS), Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil (TRPBS), dosen, serta jajaran pengurus departemen. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, saran, dan berbagai masukan terkait aspek akademik maupun non akademik secara langsung kepada pihak departemen.
Sipil Sarasehan merupakan agenda rutin yang diselenggarakan menjelang akhir semester sebagai sarana evaluasi bersama terhadap proses pembelajaran dan layanan akademik. Pada kesempatan ini, mahasiswa menyampaikan pengalaman, kendala, dan harapan selama mengikuti perkuliahan, sementara pihak departemen memberikan klarifikasi, menjelaskan kebijakan akademik, serta menyampaikan rencana tindak lanjut atas berbagai isu yang dibahas.
Forum ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga memperkuat komunikasi dan sinergi antara mahasiswa dan departemen. Diskusi yang berlangsung secara terbuka mendorong transparansi informasi, menyamakan persepsi mengenai kebijakan akademik, serta membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh terhadap kebijakan yang berlaku, sedangkan pihak departemen mendapatkan masukan sebagai dasar peningkatan kualitas layanan.
Berbagai hasil diskusi akan ditindaklanjuti melalui sejumlah langkah strategis, di antaranya pengembangan fasilitas pembelajaran, peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan akademik, penyusunan panduan pelaksanaan magang yang lebih komprehensif, evaluasi sistem pembelajaran, serta penguatan kanal komunikasi yang berkelanjutan bagi mahasiswa. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika.
Penyelenggaraan Sipil Sarasehan mencerminkan komitmen Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM dalam membangun budaya komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian aspirasi, tetapi juga menghasilkan berbagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik, memperkuat hubungan antara mahasiswa dan departemen, serta mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif, berkualitas, dan mampu mendukung lahirnya lulusan yang unggul serta siap menghadapi tantangan di masa depan.